Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

Ketidakadilan Pendidikan

Ketika engkau berkunjung ke sekolah kami
harapan besar akan datang menghampiri
ketika engkau berucap di sekolah dan kantor
hati terasa lega dan gembira


Ketika engkau mengeluarkan kebijakan menjadi keputusan
kami terbelak kaget tak mengira
ternyata sekolah kami tak mendapat apa-apa
sementara sekolah yang lain dan lengkap dapat


Kami pun berucap
ini tidak adil
ini tidak memeratakan
ini tidak memperdulikan sekolah kami di pinggiran


Apa nasib sekolah pinggiran harus terus seperti itu?
dijanji dan dininabobokkan supaya tertidur pulas
tetapi nasibnya digantung dan menggantung
batin ini mengatakan, oooohhhhhh tidaaaaaaaaak.


Jerowaru Lombok Timur, 8 Maret 2013.
Ketika engkau berkunjung ke sekolah kami
harapan besar akan datang menghampiri
ketika engkau berucap di sekolah dan kantor
hati terasa lega dan gembira


Ketika engkau mengeluarkan kebijakan menjadi keputusan
kami terbelak kaget tak mengira
ternyata sekolah kami tak mendapat apa-apa
sementara sekolah yang lain dan lengkap dapat


Kami pun berucap
ini tidak adil
ini tidak memeratakan
ini tidak memperdulikan sekolah kami di pinggiran


Apa nasib sekolah pinggiran harus terus seperti itu?
dijanji dan dininabobokkan supaya tertidur pulas
tetapi nasibnya digantung dan menggantung
batin ini mengatakan, oooohhhhhh tidaaaaaaaaak.


Jerowaru Lombok Timur, 8 Maret 2013.

Minggu, 27 Januari 2013

LILIN 5 WATT

Istriku, jika engkau bumi Akulah matahari Aku menyinari kamu Kamu mengharapkan aku Ingatlah bahtera yg kita kayuh Begitu penuh riak gelombang Aku tetap menyinari bumi hingga kadang bumipun silau Lantas aku ingat satu hal Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi Ada planet lain yang juga mengharap aku sinari Jadi.. Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku Menyampaikan faedah adanya aku, karena sudah kodrati dan Tuhan pun tak marah... Suamiku, Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yang pernah TUHAN ciptakan Karena mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan akupun juga tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu AKAN TETAPIIIIIIII…….. Bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!!! Karena kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi Bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang Pencahayaanmu yang tidak seberapa telah menguak mata Coba liat siapa dirimu... MENTARI atau lilin ? PLIS DEH AH.....!!!
Istriku, jika engkau bumi Akulah matahari Aku menyinari kamu Kamu mengharapkan aku Ingatlah bahtera yg kita kayuh Begitu penuh riak gelombang Aku tetap menyinari bumi hingga kadang bumipun silau Lantas aku ingat satu hal Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi Ada planet lain yang juga mengharap aku sinari Jadi.. Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku Menyampaikan faedah adanya aku, karena sudah kodrati dan Tuhan pun tak marah... Suamiku, Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yang pernah TUHAN ciptakan Karena mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan akupun juga tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu AKAN TETAPIIIIIIII…….. Bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!!! Karena kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi Bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang Pencahayaanmu yang tidak seberapa telah menguak mata Coba liat siapa dirimu... MENTARI atau lilin ? PLIS DEH AH.....!!!